SATUNUSA.CO,LOTIM - Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya membuka pelatihan melukis kaos bagi penyandang disabilitas di Pendopo Wabup Lotim, Rabu (28/10).
Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Wabup berharap kegitan ini ini dapat meningkatkan produktivitas para pemuda, khususnya difabel, yang ada di Lombok Timur.
Wabup menyebut para peserta jangan hanya melihat materi dasar yang diberikan, akan tetapi hasil atau nilainya. Menurutnya keterampilan tersebut dapat terus dilatih dan dikembangkan sesuai kreativitas masing-masing. Pelatihan ini dinilai dapat memberikan keterampilan yang dapat digunakan sesuai kebutuhan waktu.
“Produk hasilnya, karena ini merupakan handmade, buatan tangan, tentu harganya akan lebih mahal dibanding buatan pabrik. Sehingga ini menjadi peluang bagi generasi muda kita untuk berkarya, berproduksi,” jelasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas para peserta yang telah menyelesaikan sekolah menengah atas untuk dijadikan modal usaha. Wabup meminta kepada Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Lombok Timur sebagai penyelenggara kegiatan, agar dapat memfasilitasi pemasaran produk-produk yang dihasilkan para peserta nantinya.
Sementara itu, Ketua GOW Hj. Sri Mahyu Wardani Edwin dalam sambutannya juga berharap agar para peserta dapat berkarya, mengoptimalkan potensi yang dimiliki sehingga dapat berkontribusi bagi pembangunan Lombok Timur. Ia juga berharap para peserta dapat menghasilkan karya terbaiknya dan memberikan manfaat yang nyata, salah satunya dengan menjadikan peluang usaha yang dapat mendatangkan penghasilan.
Kegiatan tersebut menurut ketua GOW merupakan bentuk komitmen GOW dalam upaya pemberdayaan melalui kegiatan kreatif dan produktif. Disamping itu ia mengajak seluruh pihak untuk membangun lingkungan yang ramah serta inklusif bagi semua anggota masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini diikuti oleh 15 orang peserta difabel. Bertema “Aku Bisa Berkarya” pelatihan tersebut memberikan teknik dasar melukis, mewarnai, hingga desain sederhana yang dapat dikembangkan oleh masing-masing peserta. (*)

