SATUNUSA.CO, LOTIM - Masjid Jami' Raudhatul Muttaqin desa Kotaraja salah Masjid Tua dan masuk benda cagar budaya di Lombok Timur, NTB  sekaligus sebagai tempat wisata religi. Betapa tidak masjid yang satu ini memiliki nilai sejarah dengan sentuhan bangunan ethik islami.

Masjid Jami' Raudhatul Muttaqin didirikan sekitar tahun 1690 M. Awalnya, Masjid Raudhatul Muttaqin terletak di Loyok kemudian dipindahkan  ke Kotaraja. Selain bangunan masjid, masyarakat desa Loyok waktu itu juga ikut pindah dan membangun desa di Kotaraja. Salah satu tokoh yang berperan penting dalam pemindahan masjid ke Kotaraja yakni Raden Lung Negara.

" Dulu masjid ini awalanya di Loyok kemudian dipindah ke Kotaraja," jelas Al Irsyad salah satu pengurus Masjid Raudhatul Muttaqin.

Masjid  dengan  berukuran 15×15 meter merupakan bangunan induk dengan empat tiang penyangga dari kayu nangka. Bagian atas bangunan  semua berbahan kayu, termasuk plafon di bagian depan dekat mimbar  yang dibuat multifungsi semuanya berbahan kayu dan atap genting tanah.

Sementara bagian mimbar masjid  terdiri dari  dua buah ruangan. Ruangan sebelah kiri dipertuntukkan sebagai tempat imam sholat, sedangkan yang sebelah kanan digunakan oleh khatib. Di ruangan sebelah kanan ini terdapat batu marmer yang digunakan sebagai tempat duduk khatib.

Pada bagian luar mimbar, terdapat ukiran kayu dengan lafadz kaligrafi Allah pada sebelah kanan dan lafadz Muhammad pada sebelah kiri dengan warna kuning keemasan, perpaduan warna silver dan merah  serta ukiran ayat -ayat dalam Al-Qur'an. Kaligrafi berukuran sedang  juga terdapat di atas daun pintu dan jendela masjid.

Jika dilihat sekilas dari luar, tidak ada kesan bangunan lama  dari masjid Raudlatul Muttaqin. Di bagian luar dari bangunan induk Masjid, terdapat bangunan luas dengan lantai keramik, belum lagi ada bangunan menara, seperti kebanyakan masjid pada umumnya.

"Masjid Raudhatul Muttaqin, masjid tempat kita beribadah, masjid bersejarah yang memiliki nilai-nilai luhur disamping tempat memupuk ukhwah islamiyah," tutup Al Irsyad. (Yik)