SATUNUSA.CO, LOTIM - Pasca diguncang gempa pada Agustus 2018 lalu, kini Lombok Timur membangun Pusat Informasi dan Klinik (PIK) teknologi rumah sehat tahan gempa. Rumah tahan gempa ini dibangun oleh Balai Litbang Penerapan Teknologi Permukiman, Pusat Litbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi Kementerian PUPR.
Bangunan jenis Risha dengan konstruksi dua lantai ini sekaligus sebagai contoh dan dibangun di areal kantor Bupati Lombok Timur, diresmikan Rabu, (05/02).
Rumah tahan gempa ini sekaligus sebagai model dan sarana edukasi serta pusat informasi bagi masyarakat terutama mengenai penerapan teknologi rumah tahan gempa."
Sekaligus kita tunjukkan bahwa Risha itu bisa dibangun 2 lantai dan kita fungsikan sebagai tempat pembelajaran," ungkap Kepala Pusat Litbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi Kementerian PUPR, Ir. Rezeki Peranginangin, M.Sc, MM
Bahan dasar atau panelnya, jelasnya sama dengan bangunan Risha yang digunakan masyarakat korban gempa saat ini. Atap, lantai, dan dindingnya relatif ringan ditambah beberapa bahan kayu sehingga tidak banyak beban dan tidak mudah rusak bila terjadi gempa.
"Hasil penelitian kita, bangunan ini bisa bertahan bila terjadi gempa dengan kekuatan magnitudo 8,5", tandasnya.
Model Risha 2 lantai ini bisa dikembangkan oleh masyarakat umum dengan bahan dasar yang sama yang digunakan saat ini. Biayanya pun relatif terjangkau.
"Rencana bangunan ini juga berfungsi sebagai sekretariat sertifikasi rumah layak huni dan desimenasi rumah tahan gempa", tambah Mochamad Mulya Permana, ST,MT, Kepala Satker Balai Litbang Penerapan Teknologi Permukiman.
Meksi belum sepenuhnya lengkap, tapi sejumlah informasi tentang teknologi bangunan tahan gempa berupa brosur, pamplet maupun audio visual terpasang di dinding bangunan.
Pusat Informasi dan Klinik rumah tahan gempa ini diharapkan bisa segera dilengkapi dengan sumber daya manusia dan fasilitas penunjang lainnya sebagai daya dukung sehingga bisa berfungsi dengan optimal.
"Harapan kami ke depan, bangunan ini bisa dilengkapi dengan bahan peralatan dan sumber daya manusianya," harap Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Lombok Timur, Ir. Sahri. (Rm.SN)