SATUNUSA.CO,LOTIM - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berperan penting dalam menjamin kesehatan masyarakat Indonesia. Menjadi peserta Program JKN yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) sejak tahun 2023, membuat Inaq Bayu (nama strata dalam masyarakat Sasak-red) (45T) asal Kerongkong, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat bersyukur telah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur yang telah menanggung dirinya dan anaknya. (27/09)

Sejak 2 hari terakhir anaknya Bayu yang masih berusia 10 bulan mengalami muntaber. Semua makanan yang masuk ke dalam perut Bayu keluar hingga akhirnya sang ibu melarikan anaknya ke Puskesmas Kerongkong untuk segera mendapatkan pengobatan. 

Di puskesmas Bayu langsung diberikan penanganan dengan memasangkan infus dan diharuskan untuk rawat inap karna kondisi Bayu yang sudah cukup parah. Untungnya ketika menunjukkan Kartu Identitas Anak (KIA) status kepesertaan BPJS Kesehatan sang anak aktif terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD sehingga pelayanan kesehatan yang diterima sang anak tidak dipungut biaya apapun.

“Sejak 2 hari yang lalu anak saya muntaber dan langsung saya larikan ke puskesmas, tetapi ternyata harus rawat inap. Syukurnya BPJS Kesehatan kami masih aktif jadinya tidak mengeluarkan biaya sama sekali.”, ungkapnya.

Inaq Bayu juga mengaku tidak ada perbedaan pelayanan kesehatan bagi pasien umum maupun pasien BPJS Kesehatan. Semua pasien dilayani dengan sangat baik di puskesmas tersebut.

“Banyak orang bilang tidak bagus yang gratis (PBI) tetapi saya rasa pelayanan dan fasilitas yang saya dapatkan sudah bagus semua. Kami juga cepat dilayaninya, tidak dibeda-bedakan dengan pasien umum seperti yang di beritakan di luar sana.”, ungkap Inaq Bayu

Dari sejak pertama kali merasakan manfaat dari adanya program JKN Inaq Bayu tak henti hentinya merasa bersyukur dan memuji pelayanan yang didapatkan ketika menjadi pasien BPJS Kesehatan. Ditambah lagi di hari yang sama ketika Bayu mengalami muntaber, kakak Bayu juga mengalami demam tinggi sehingga harus menerima pelayanan kesehatan juga di puskesmas Kerongkong.

“Kami sekeluarga sudah terdaftar dari tahun lalu sebagai peserta JKN, dan alhamdulillah selama ini tidak pernah ada kendala ketika hendak berobat. Hari ini saja anak saya duaduanya sakit, yang satu muntaber sejak 2 hari lalu, satunya lagi kakaknya tiba-tiba demam tinggi tadi pagi. Kedua anak saya mendapatkan pelayanan kesehatan di puskesmas Kerongkong, bahkan adiknya sampai rawat inap, tetapi saya sama sekali tidak mengeluarkan biaya sepeserpun.”, ungkapnya.

Ditemui diruangannya, Noerasydin selaku Pps. Kepala Cabang mejelaskan beberapa manfaat Program JKN. 

“Dengan adanya program JKN ini di harapkan Masyarakat dapat merasakan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau, layanan imunisasi dasar, keluarga berencana, skrining kesehatan, dan pelayanan dapat digunakan di seluruh Indonesia, dan diharapkan juga masyarakat dapat merasakan pelayanan yang diberikan bersifat komprehensif, yakni meliputi peningkatan pelayanan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), pengobatan (kuratif) dan pemulihan (rehabilitatif) termasuk obat dan bahan medis dengan menggunakan teknik layanan terkendali mutu dan biaya (managed care).”,jelasnya.

Terakhir Inaq Bayu juga menyampaikan harapannya terhadap program JKN mengingat banyaknya orang-orang diluar sana yang juga sama seperti keluarga Inaq Bayu membutuhkan bantuan Pemerintah dalam hal pemberian pelayanan kesehatan.

 “Saya berharap semoga Program JKN ini dapat terus ada membantu kami yang membutuhkan Pelayanan Kesehatan, mengingat besarnya biaya yang harus kami keluarkan untuk berobat, tentu dengan adanya program ini kami akan merasa sangat terbantu dan diringankan bebannya.”, tambahnya. (*)