SATUNUSA.CO,LOTIM – Usaha peserta JKN Ahmad Mazhab (35), seorang penjual es campur disiplin membayat iuran patut ditiru.
Dari hasil jualan es, Ahmad selalu menyisihkan rezikinya untuk membayar iuran tepat waktu setiap bulan, disamping biaya untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Ia mengaku sudah 5 tahun berjualan es campur dan mangkal setiap hari di Jalan Diponegoro Selong Lombok Timur. Ahmad mencari nafkah untuk keluarganya dengan berjualan es campur kacang merah dari pagi sampai sore.
“Rezeki itu sudah ada yang mengatur, kita dikasih sehat juga sudah alhamdulillah. Ikhtiarnya olahraga dan terus berkativitas, ya dengan cara jualan ini. Lumayan bisa menggerakkan badan, sesekali bisa berbincang dengan pembeli pula," ungkap Ahmad, Rabu (27/07).
Saat ditanyai soal kepesertaan program Jaminan Kesehatan nasional (JKN), Ahmad pun langsung mengeluarkan kartu sakti itu di dalam dompetnya lalu ia bercerita soal pengalamannya memiliki kartu JKN.
“Luar biasa kartu sakti ini, di kala saya sakit tinggal menunjukkan ke petugas puskesmas, lalu kita diperiksa, ambil obat, terus tenang deh, tidak perlu bayar apa-apa lagi", tuturnya.
"Jadi waktu itu Ketika saya sakit batuk sama flu, sangat bersyukur ada kartu JKN. Alhamdulillah bermanfaat. Tapi bila saya bisa memilih, saya memilih tidak sakit sehingga saya masih bisa terus berjualan. Sebagian rezeki jualan saya ini juga, saya gunakan untuk pembayaran iuran JKN satu keluarga, dengan prinsip gotong royong yang sehat membantu yang sakit dan peserta yang mampu dapat membantu yang lain yang membutuhkan,"sambung Ahmad.
Dia pun berbagi informasi soal manfaat layanan program JKN. JKN, kata Ahmad, bukan hanya digunakan untuk kondisi sakit namun juga bisa menjamin alat bantu kesehatan lain seperti alat bantu dengar, kacamata, kaki dan tangan palsu, tongkat, bahkan gangguan kesehatan yang membutuhkan terapi serta beragam indikasi medis lainnya sesuai prosedur yang berlaku di BPJS Kesehatan.
Karna itu, dia mengajak masyarakat agar lebih paham akan pentingnya menjadi peserta JKN dan membayar iuran tepat waktu setiap bulannya agar ketika dibutuhkan kartu tetap aktif.
Ahmad menyayangkan karena saat ini masih ada sebagian peserta yang tidak membayar iuran, atau membayar iuran di kala sakit saja dan setelah sembuh iurannya tidak dibayarkan kembali.
"Padahal iuran ini sangat penting untuk membantu sesama. Saya saja yang jualan es campur bisa rutin bayar iuran JKN dengan tepat waktu, masa orang lain tidak?" ucapnya.
Saat ini, lanjutnya, seiring perkembangan zaman ada banyak kemudahan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan pada fasilitas kesehatan mitra program JKN. Peserta cukup membawa kartu JKN-KIS atau KTP, maka pemeriksaan bisa langsung didapatkan oleh dokter umum sekaligus diberikan obat yang dibutuhkan sesuai hasil diagnosa dokternya tanpa biaya apapun semuanya telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
“Saya sempat mendengar isu tentang peserta BPJS Kesehatan yang pelayanannya tidak diprioritaskan apabila berobat di fasilitas kesehatan, tapi ternyata tidak benar. Pelayanan yang saya dapatkan di puskesmas semuanya memuaskan tidak ada perbedaan perlakuan,”terangnya.
Ahmad berharap BPJS Kesehatan dapat terus hadir dalam pelayanan kesehatan yang jauh lebih baik kedepannya dan dapat membantu banyak orang mengakses dengan mudah fasilitas kesehatan yang diinginkannya, tanpa perlu mengkhawatirkan biaya saat sakit untuk bisa memperoleh kesehatannya kembali.
“Saya berharap Program JKN ini selalu dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi pesertanya tanpa memandang jenis kepesertaannya seperti saat ini. Saya sangat bersyukur dan merasa tanang saat berjualan dengan adanya BPJS Kesehatan, kesehatan keluarga kami untuk berobat terjamin, saya akan terus mendukung program JKN agar dapat selalu memberikan pelayanan terbaiknya,” tutup Ahmad. (*)