SATUNUSA.CO,LOTIM - Sekretaris Jenderal Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) RI, Prof. Anwar Sanusi menndorong keberadaan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan kompetensi bagi calon tenaga kerja. Lebih lagi, sebutnya, Lombok Timur sebagai kantong CPMI di NTB. 

Dia menegaskan calon pekerja yang mendapat pelatihan di BPVP akan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri dengan sertifikat pelatihan yang diberikan standar internasional. 

Dengan demikian, kata Anwar, para calon pekerja yang telah berlatih di BPVP memiliki kemampuan dan skill yang mumpuni sehingga mampu bersaing di pasar kerja tingkat regional hingga global.

Menurutnya, ada beberapa aspek yang menentukan keberhasilan pelatihan. Pertama sarana dan prasarana pelatihan, kedua tenaga pelatih atau instruktur, dukungan administrasi dan keuangan. 

Kemenaker melihat, sebagai salah satu tempat pelatihan terbaik di Indonesia BPVP Lotim memiliki kekhasan. Yakni meningkatkan kompetensi pekerja migran dan tenaga pertanian. Hal ini katanya harus didorong. Perlu perhatian yang cukup pada semua faktor penunjang keberhasilan pelatihan itu. 

Melalui penandatanganan bekerjasama dengan sejumlah pihak, seperti dengan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Industri Daerah (FKLPID), Dinas Pariwisata Lombok Timur, Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) dan lainnya ini dilakukan untuk tujuan meningkatkan kapasitas pekerja dan program. Seperti dengan Dinas Pariwisata dengan harapan di Lombok ada program pelatihan peningkatan kapasitas kepariwisataan.

 "Lebih penting, jangan setelah kerjasama hanya manis diatas kertas dan tak pernah jadi realitas," ucapnya mengingatkan saat pembukaan dan penutupan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) dan penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dengan sejumlah pihak di BPVP Lotim, Kamis (20/10/2022). 

Sekarang ini,lanjutnya, merupakan era kolaborasi, era bekerja bersama. Banyak program yang disingkronkan bersama. Salah satunya dengan dana desa. Desa sekarang dananya cukup besar. Minimal satu desa 1.2 miliar. Diketahui, sudah ada 160 desa sudah ajukan ke  BPVP. "Maka ini sudah dalam jalur yang benar, tinggal pengawasan," paparnya.

Kepala BPVP Lotim, Sabar mengatakan bangga sebagai pengelola melihat semangat anak didiknya yang berlatih meningkatkan kapasitasnya. Pelatihan CPMI (Caretaker) yang dilakukan, jelas Sabar, adalah tujuan Taiwan, Singapura dan Hongkong sebanyak 48 orang.

Kemudian, pelatihan CPMI (program G to G) ke Korea sebanyak 32 orang. Pelatihan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebanyak 16 orang. Pelatihan MTU kerjasama Desa untuk program Barista, Commis Cookery dan Pastry sebanyak 160 orang. PBK untuk Homestay sebanyak 80 orang kerjasama dengan Dinas Pariwisata.

Berikutnya, PBK regular program pelatihan Barista sebanyak 32 orang kerjasama dengan KAGAMA. Pelatihan bagi Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) kerjasama Asosiasi-Asosiasi di bidang Hospitality sebanyak 144 orang. Pelatihan CPMI (G to G) kerjasama BP3MI wilayah NTB untuk Bahasa Korea sebanyak 48 orang dan Bahasa Jepang sebanyak 16 orang.

Balai Pelayanan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) wilayah NTB terkait pelatihan G to G Bahasa Jepang dan Korea untuk penempatan ke negara Jepang dan Korea. Pelatihan Bahasa Korea dan Jepang sebanyak 192 orang.(ram)