SATUNUSA.CO,LOTIM - Meski banyak program perlindungan sosial digelontorkan pemerintah, namun belum sepenuhnya menyentuh kaum marginal seperti difabel, perempuan miskin dan kelompok rentan.
Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan Lombok Riset Center (LRC) di 15 desa di Lombok Timur. Ditemukan 913 difabel dan 503 diantaranya tidak tersentuh program perlindungan sosial.
Kemudian, dari 5.077 lansia, 1995 diantaranya belum mendapat perlindungan sosial. Lalu, 4.259 Perempuan Kepala Keluarga (Peka), hanya 2.885 yang terlayani. Sisanya, 1.404 sama sekali tidak bisa mengakses berbagai program perlindungan sosial dari pemerintah.
Terakhir, kelompok perempuan miskin. LRC menemukan sebanyak 8.200 orang perempuan miskin. Dari jumlah itu 6.522 sudah bisa mengakses berbagai program perlindungan sosial. Sedangkan, sisanya 1.678 orang belum terlayani.
Menejer Program Inklusi Lombok Riset Center (LRC) Baiq Titis Yulianti mengatakan data itu baru dari 15 desa, kurang dari 10 persen dari jumlah desa di Lombok Timur yaitu sebanyak 254 desa.
Menurut Titis, banyak kelompok rentan dan difabel tidak tersentuh program perlindungan sosial yang digelontorkan pemerintah akibat lambannya pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
"Kedua, ada beberapa kelompok rentan itu tidak memiliki adminduk sebagai dasar pengusulan DTKS, termasuk teman teman yang disabilitas, "ujarnya diskusi implementasi isu inklusi dalam perlindungan sosial di Masbagik Lombok Timur, Rabu (19/10/2022).
"Dan sekitar 60 persen disabilitas yang didata itu belum mendapat perlindungan sosial, "sambungnya.
Penyebab lainnya, papar Titis, mereka kurang mendapat informasi sehingga hak perlindungan sosial maupun akses pendidikan terabaikan. Banyak penyandang disabilitas tidak mendapatkan akses pendidikan yang baik. Tidak paham sekolah karena aksesnya minim. Tidak semua keluarga juga memahami bahwa mereka yang mengalami disabilitas juga berhak mendapat pendidikan yang baik.
"Terpenting sekarang kita tidak sendiri, perlu kolaborasi agar bisa berikan dampak yang lebih nyata sehingga terjadi perubahan yang lebih besar,"imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur, I Dewa Ketut Ariantana saat dikonfirmasi menyebutkan data penyandang disabilitas di Lombok Timur 1.632 orang.
Jumlah itu, kata Ketut, semuanya kategori warga tidak mampu yang menjadi sasaran berbagai program bantuan sosial sesuai kebutuhan dari pemerintah melalui proses pendataan dan verifikasi.
Dia menegaskan, data yang diperlihatkan LRC itu belum mencakup semua desa di Lombok Timur. Karna data difabel itu ada kategori mampu dan betul betul miskin.
"Nah yang menjadi tanggung jawab kita di dinsos adalah warga kita yang kurang mampu, " tutupnya. (ram)